![]() |
| google.com |
Ini
catatan pendek menuju satu perjalanan panjang. Tentangmu, apa yang kurasa,
kulihat, kudengar, dan yang aku pikirkan. Langkah dimulai dari rasa yang
terlintas, diramu dalam kata menjadi catatan hati yang umum. Ketika mata
tak mampu menahan pandang, telinga tak ingin berhenti mendengar, maka pikiran
akan mulai belajar menata apa yang diserap oleh kedua indra itu. Engkapun harus
berlanjut dalam catatan kedua, ketiga sampai akhirnya menjadi cerita
di sebuah senja.
Ah,
rupanya aku telah dalam candu. Satu sikap dan tutur lembut juga sempat
terekam di sebuah malam. Dan dalam satu perjalanan kamera pengintai
mencatatnya sebagai bentuk perhatian. Sejak itu, muncul satu kesadaran akan
sikap yang mungkin agak lancang, tak tahu diri, hingga malu sempat
dalam rasa yang kurang nyaman.
Engkau
yang sempat kumimpikan dalam selintas waktu di
masa silam. Aku melihatmu dalam diam, dalam banyak waktu kita bersama. Ternyata
benar, engkau seperti yang pernah seseorang katakan. Engkau sering
dalam sedih. Akupun demikian karena engkau masih dalam misteri kehidupan.
Sisi lain, ruang dan waktu telah menjadikan kita kerap dalam temu. Terutama
ketika seolah ada pencegalan rasa. Kataku yang kau suka
sepertinya hanya akan menjadi sampah dalam peran di akhir pentas kita.
Aku
ingin menulis banyak kata. Namun, rasa yang semakin menyala
itu menjadikannya tak sempurna. Akupun mengakirinya sebelum kata terakhir
yang harus engkau baca, aku temukan engkau lewat nada. Bahwa engkau sepertinya
dalam duka. “You are not alone. I am here with you,” kataku.
Sejak
itu ingingku selalu tidur hanya dengan mimpi indah. Yaitu ketika engkau dan aku
dalam nyata, bahwa kita tak sekadar dalam sapa atau senda.

No comments:
Post a Comment