Catatan dini hari
Surabaya, 25 Agustus 2014
Rantang kecil biru muda. Nampan. Tas. Kepul asap dari dalam termos ketika gelas plastik mulai menganga. Kopi saset telah menjadi adonan siap saji selang beberapa menit kemudian.
Sunday, 24 August 2014
Monday, 4 August 2014
Sendiri dalam Sepi
Sendiri dalam Sepi
Kecuali lengkinganmu,
terdengar nyaring.
Di atas bukit di belakang rumah.
Dalam sepi aku sendiri
Diam tanpa henti
Malam, selamatkan aku
yang tak tahu soal waktu
Moncek Timur, 01 Juli 2014
Saturday, 2 August 2014
Mainanku Yang Hilang
Catatan:
Moncek Timur, 02 agustus 2014
Masih kuingat hari itu kubawa pulang ribuan karet. Beruntung! aku menang dalam permainan padahal lawanku adalah orang dewasa. Usiaku masih terlalu dini untuk mengingat detail berapa sesi, berapa modal awal dan berapa kali sempat dikalahkan hingga aku menjadi pemenang diakhir pertandingan.
Moncek Timur, 02 agustus 2014
Masih kuingat hari itu kubawa pulang ribuan karet. Beruntung! aku menang dalam permainan padahal lawanku adalah orang dewasa. Usiaku masih terlalu dini untuk mengingat detail berapa sesi, berapa modal awal dan berapa kali sempat dikalahkan hingga aku menjadi pemenang diakhir pertandingan.
Tuesday, 29 July 2014
Kacang Tanah Penerang di Akhirat
Catatan dini hari, Moncek Timur, 29 Juli 2014.
Ramadhan telah usai. Tapi cerita2 saya tentangnya masih tersisa. Salah satunya tentang zakat fitrah. Disuatu waktu saya disuruh mengantarkan zakat fitrah berupa Jagung kering. Entah berapa kilogram saya tak sempat bertanya atau menimbangnya. Yang pasti untuk tiga orang. Aku, saudaraku dan bapakku sendiri.
Ramadhan telah usai. Tapi cerita2 saya tentangnya masih tersisa. Salah satunya tentang zakat fitrah. Disuatu waktu saya disuruh mengantarkan zakat fitrah berupa Jagung kering. Entah berapa kilogram saya tak sempat bertanya atau menimbangnya. Yang pasti untuk tiga orang. Aku, saudaraku dan bapakku sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)