Berangkat dari profesi sebagai pengamat facebook, aku menemui keanihan pada beberpa pengguna facebook. Dalam pemahaman saya, setiap orang yang nge-like sebuah status, tandanya ia suka, terkesan, atau bahkan kagum terhadap status tersebut. Dan bagi saya, hanya itu. tidak ada unsur lain kecuali karena status itu sendiri yang patut diapresiasi.”
“Namun, yang terjadi, beberapa status orang tertentu
justru mendapat puluhan bahkan ratusan "like" dari orang lain.
Padahal, status orang tersebut tidak lebih sekedar ecek-ecek. Barangkali ada
pemakaian logika yang kurang tepat yang harus disadari secara massal”.
Atau ada unsur lain yang berpengaruh bagi orang
tersebut. Misal, teman akrab, cewek cantik, cewek idaman, ingin cari perhatian
dari orang tersebut, atau ihwal lain yang berasal dari si penulis status.
Pemanfaat teknologi yang tidak sesuai dengan
porsinya. Memang, hal ini sederhana, sejauh tidak merugikan orang lain, tidak
masalah dan bukan pelanggaran terhadap norma. Apa lagi dikaitkan dengan
kebebasan.
Setiap orang punya kebebasan untuk melakukan apa saja
yang diinginkan. Hanya, kebebasan yang mereka lakukan tidak mengganggu dan
melangkahi kebebasan orang lain. Itu sah-sah saja.
Barangkali karena hal inilah status yang diupdate 18
november 2012 ini disebut dengan status aneh. Bahkan, tak segan-segan, kedua
bibiku; Halimah dan Muslihatin, bondowoso, menyebut, akulah yang aneh. Setiap
orang punya kebebasan menilai orang lain. tak masalah.
Bagiku, status ini tidak aneh. Aku hanya ingin
berfikir, mengamati hal yang ada dilingkunganku mulai dari hal ihwal yang amat
dan sangat sederhana. Karena segalanya berawal dari yang kecil. Tak ada
“kebesaran” kalau taka da “kekecilan”. Oleh karenanya, memulai Sesutu memang
semestinya dari yang kecil.
Salah seorang motivator pernah berkata, think big,
start small, go fast: berfikir besar, mulai dari yang kecil, bergerak cepat.
Melalui hal sederhana ini, setidaknya telah menjadi
bukti bahwa aku pernah hidup di dunia ini. yakni, dengan goresan yang singkat
ini.
II/
Kebiasaan yang terjadi dalam dunia cinta anak remaja,
mahasiswa atau apa lah yang lainnya, cowok lah yang harus pontang-panting
mencari dan mendapatkan wanita untuk dijadikan pendamping hidup. Minimal pacar.
Sementara seorang wanita hanya diam
seribu bahasa, menunggu rayuan (gombal) seorang cowok. "enak men
dadi cewek!". Mereka hanya nyatai dan menunggu. Bahkan, dia punya otoritas
penuh untuk menolak atau menerima tembakan cowok. Pun ia seringkali
sewenang-wenang dalam memberi keputusan. Ia tak peduli, betapa besar
pengorbanan cowok untuknya, jika tak suka, akan ditolak secara semena-mena.
Memang ada, sebagian yang menolaknya secara halus.
Salah satu status teman cewek di facebook begini,
wanita sangat mengedepankan perasaan. Maka jangan sekali-kali memainkan
perasaan cewek. Karena sekali perasaan itu terlukai, maka akan diingat seumur
hidupnya.
Tanpa ditelusuri, baik secara psikologis maupun
sosiologis, aku merasakan ambiguitas pada seorang cewek teritama dalam hal
perasaan, apakah yang di maksud dengan cewek identik dengan perasaan itu adalah
suatu anjuran bahwa sebagai cowok dilarang “memainkan perasaan cewek" atau
sebaliknya, "cewek memang tak punya perasaan", alias kejam.
Mungkin, sudah masyhur dikalangan masyarakat
khususnya para pemuda. Dan ini adalah bagian dari teori dalam sebuah disiplin
ilmu. Bahwa cewek, dalam menentukan pasangannya, ketampanan cowok bukan lah
ukuran. Berbeda dengan cowok, ketika melihat cewek yang cantik, tidak bisa
tidak ia akan tertarik. Minimal ia merasa kagum.
Ini tidak terlalu benar, menurutku. Bagaimana kita
melihat ketika seorang cewek mengagumi tokoh idolanya di televisi. Banyak
wanita histeris, bahkan dirinya tiada berarti. Bagaimana reaksi para cewek
ketika penyanyi ngetop Justin Bieber beraksi di Indonesia. Ah, “tak jauh beda
antara susu dan teh”.
Ada pula, si cewek memutus hubungan setelah ia tahu
seperti apa cowok yang ia kenal melalui sms. Di sisi lain, banyak cewek yang
tidak memberi kesempan sama sekali bagi orang tertentu untuk mengenal dirinya.
Itu karena, barangkali, pada pandangan pertama, cewek tak merasa tertarik pada
si cowok.
Demikian Edisi Para Ladies Part I, Nantikan Bagian Selanjutnya,,, he he,
Mohon maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung. ini bukan apa-apa hanya sekedar basa-basi..
Demikian Edisi Para Ladies Part I, Nantikan Bagian Selanjutnya,,, he he,
Mohon maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung. ini bukan apa-apa hanya sekedar basa-basi..
# edisi special pra ladies. Semarang, 18 November 2012.
No comments:
Post a Comment