Benci adalah dusta dari sebenarnya cinta yang selalu
dianggap canda.
Atau sesuatu yang tak pernah kau percaya
karena aku
mengatakannya lewat nada dan irama.
Benci adalah rindu yang tak pernah kau anggap perlu
sedang
aku mulai remuk diamuk beku
menunggu balasmu.
Dan cinta adalah ucapku
yang kau dengar dari deretan kalimat
ketika tawa tak pernah gagal
tapi kemudian kau anggap gombal.
Cinta menjadi tangis saat kau pergi tanpa pamit
dan datang
kembali dengan senyum sinis yang tak kan pernah mampu kutelan habis.
Semarang, 01 Mei 2015
No comments:
Post a Comment