Monday, 12 January 2015

Memanfaatkan Teknologi untuk Pembelajaran Pesantren

google.com
Setelah sempat mengalami banyak peristiwa, bahkan sulit mendapatkan pengakuan sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia, pesantren kini dihadapkan pada masalah baru. Perkembangan teknologi sangat pesat, yang mengubah seluruh aspek kehidupan termasuk cara pandang masyarakat terhadap pesantren. Secara tidak langsung pesantren dihadapkan pada dua pilihan, ia harus menampakkan “wajah baru” sebagai respon atas kenyataan yang terjadi, atau tetap dengan keadaannya yang mempertahankan sisi tradisional, khas dan unik.

Sunday, 11 January 2015

Batang In Memorian

[Catatan ke-2]


_Tentang kerinduan yang mungkin terlalu berlebihan dan tak pernah engkau tahu. Tentang engkau dan aku, ketika telah usai cerita ini kita Lakonkan.


Ya, kenapa aku jadi kurang bersemangat untuk melakukan apapun di tempat ini. Aku bertanya pada diri, dan rupanya dapat terjawab ketika engkau telah kembali setelah beberapa waktu pergi. Semangatku kembali bangkit untuk kesekian kali. Hari itu adalah hari kesadaran, karena engkau, sebagian besar aku melakukannya. Melihatmu tersenyum tanpa gundah, mendengar suara lebut, dan dari kejauhan aku melihat dalam dekatmu.

Monday, 5 January 2015

Awal Kata Dari Beberapa Lampiran Huruf, Kata dan Kalimat Yang (telah tak) Berharga

google.com
Teruntuk yang istimewa. Yang mengajarkanku ketenangan. Inilah aku dengan jiwa yang terpotong. Mengajimu dalam huruf tanpa harokat, dalam lafal tanpa sakal, dan dalam kalimat ambiguitas dari sebuah pesan. Ini sebuah catatan. Coretan perjalanan hati dalam sebuah ‘pementasan’. Atau mungkin lebih tepat dengan sebuatan sebuah mimpi dari tidur yang hanya sebentar.

Wajah Polos Anak-Anak Itu

Hari ke-3, catatan ke-5 (Catatan KKN 2014) Warungasem, 03 Oktober 2014


Nampak jelas kepolosan pada wajah-wajah mereka. Sesekali kepalanya menoleh kanan kiri. Di sampingnya ada teman yang terkadang kadang menimpali sesekali ia bicara. Ketika itu tawa tulus mereka lepas, tergambar dari dua bibir yang melebar kesamping. Bersamaan dengan itu, tak henti-hentinya mulut mereka menirukan bacaan-bacan yang dilantunkan oleh kakak-kakak seneornya.