Secangkir kopi panas takkan bisa menghapus ingatan tentang
kekasih.
Rindu. Bulan kupandang semakin sayu. Padahal purnama tengah membuka
mata, memecah deretan mendung yang menutup aura langit. Aku mulai bertanya, tapi pertanyaanku melepuh diantara
bayangan yang sedari tadi menyergap: menutup cahaya lampu,
menyelimpung kaki,
mengunyah lapar,
menerkam kesadaran,
mendekam angan.
Dan hanya keinginan yang terus menerus menikam.
Tak ada sajak mesra dapat kau ucap, kecuali jasad dalam tatap dan cakap kita walau dalam pekat.
No comments:
Post a Comment